AKSARA
BAHASA JEPANG
Bahasa Jepang mempunyai 4
macam huruf, yaitu :
-
Hiragana
Huruf asli Jepang yang digunakan untuk menulis segala
sesuatu yang berasal dari Jepang (asli).
Contoh : Oosaka, Nagoya, Kawaii, dll.
-
Katakana
Contoh : Jakarta, Amerika, George, dll.
-
Kanji
Huruf asli China yang masuk ke Jepang, merupakan lambang
bunyi dan lambang arti.
-
Romaji
Huruf yang terdiri dari alphabet A sampai Z (huruf
Latin). Tapi pemakaian Romaji tidak umum, kecuali pada papan reklame atau
penunjuk jalan yang dieruntukkan bagi orang asing.
Bunyi
Bahasa Jepang
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
·
(* ) ‘f’ dalam ‘fu’ dilafalkan lemah, dengan
menghembuskan bunyi ‘fu’ diantara bibir
·
(**) ‘n’ dilafalkan ‘ng’,
tetapi dilafalkan dengan lemah.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bunyi bahasa Jepang didasarkan pada lima vocal : a, i, u, e, dan o.
Satuan bunyi bahasa Jepang disebut ‘mora’. Satu bunyi (satu mora) meliputi
vocal atau gabungan konsonan dan vocal (contoh : k+a=ka) atau gabungan
konsonan, semi vocal “y” dan vocal (contoh : k+y+a=kya) atau konsonan rangkap
(contoh : chi+ke+t+to = chiketto). Terdapat pengecualian mora istimewa
yaitu n, yang tidak diikuti dengan vocal dan diucapkan sebagai satu
bunyi.
Semua bunyi tersebut di atas diucapkan sebagai satu
bunyi yang panjangnya hamper sama.
<Bunyi vocal panjang>
Ucapan bunyi vocal panjang, panjangnya dua kali lipat
bunyi vocal a, I, u, e,o.
a (1 mora) aa (2 mora)
contoh : aa (okaasan) : ibu
ii
(atarashii) : baru
uu (kyuu) : Sembilan
ee (oneesan) : kakak perempuan
oo (tooka) : tanggal 10
Bunyi vocal pendek dan bunyi vocal panjang dapat
membedakan makna kata. Oleh karenaitu sangat penting membedakan pengucaan vocal
panjang dengan yang pendek.
Contoh : ojisan :
paman ojiisan : kakek
Yuki : salju yuuki : keberanian
(catatan)
Bila ada tulisan ‘ou’ dilafalkan ‘oo’
Contoh : hikouki dilafalkan ‘hikooki’
Bila ada tulisan ‘ei’ dilafalkan ‘ee’
Contoh :eiga dilafalkan ‘eega’
<Konsonan rangkap>
Konsonan rangkap terdapatpada konsonan kelompok k, t,
p, dan s.
Contoh : kk (chekkuin) pp (shuppatsu tt (chiketto) ss (zasshi)
Pada otto misalnya, ‘t’ yang terdapat diantara ‘o’
dan ‘to’ diucapkan sebagai satu mora.
Oto :
bunyi (o-to = 2 mora)
Otto :
suami (o-t-to = 3 mora)
<Yang mengandung ‘n’>
Bunyi ‘n’ ada 3 mabam, yaitu n, ng, dan m bergantung
pada bunyi konsonan atau vocal yang mengikutinya.
(1)
Diucapkan ‘n’ bila disusul
dengan bunyi t, d, n, r.
Contoh : furonto oranda onna hondana
(2)
Diucapkan ‘ng’ bila disusul
dengan bunyi k, g.
Contoh : ginkou genki kengakusuru
(3)
Diucapkan ‘m’ bila disusul
dengan bunyi p, b.
Contoh : sanpoo enpitsu konbanwa shinbun
(4)
Bila huruf n terletak sebelum
vocal dan semi-vokal, atau diakhir kata, diucapkan ‘ng’ (tapi lemah).
Contoh : tenin [ten-in] honya
[hon-ya] resutoran
<Bunyi kosakata yang berasal dari luar
bahasa Jepang>
Kata-kata yang berasal dari luar
bahasa Jepang pengucapannya disesuaikan dengan lafal bahasa Jepang.
Meskipun lafal ‘fa’, ‘ti’, ‘wei’ dll. tidak ada pada
daftar ‘Bunyi Bahasa Jepang’ tetapi biasa dipakai juga untuk menyesuaikan
dengan pelafalan kata-kata yang berasal dari luar bahasa Jepang.
Contoh : fa (ファ) :fakkusu =
fax
ti (テイ) :tiishatsu =
T-shirt
wei (ウェイ) :weitoresu =
waitress






0 comments:
Post a Comment