JaeChris

Wednesday, 9 October 2013

Belajar Bahasa Jepang



AKSARA BAHASA JEPANG
Bahasa Jepang mempunyai 4 macam huruf, yaitu :
-          Hiragana
Huruf asli Jepang yang digunakan untuk menulis segala sesuatu yang berasal dari Jepang (asli).
Contoh : Oosaka, Nagoya, Kawaii, dll.
-          Katakana
Huruf asli Jepang yang digunakan untuk menulis segala sesuatu yang tidak berasal dari Jepang (kata serapan dari luar).
Contoh : Jakarta, Amerika, George, dll.
-          Kanji
Huruf asli China yang masuk ke Jepang, merupakan lambang bunyi dan lambang arti.
-          Romaji
Huruf yang terdiri dari alphabet A sampai Z (huruf Latin). Tapi pemakaian Romaji tidak umum, kecuali pada papan reklame atau penunjuk jalan yang dieruntukkan bagi orang asing.



Bunyi Bahasa Jepang

a
i
u
e
o


ka
ki
ku
ke
ko
kya
kyu
kyo
sa
shi
su
se
so
sha
shu
sho
ta
chi
tsu
te
to
cha
chu
cho
na
ni
nu
ne
no
nya
nyu
nyo
ha
hi
fu *
he
ho
hya
hyu
hyo
ma
mi
mu
me
mo
mya
myu
myo
ya
-
yu
-
yo

ra
ri
ru
re
ro
rya
ryu
ryo
wa


n **

ga
gi
gu
ge
go
gya
gyu
gyo
za
ji
zu
ze
zo
ja
ju
jo
da
ji
zu
de
do

ba
bi
bu
be
bo
bya
byu
byo
pa
pi
pu
pe
po
pya
pyu
pyo












·         (* )  ‘f’ dalam ‘fu’ dilafalkan lemah, dengan menghembuskan bunyi ‘fu’ diantara bibir
·         (**) ‘n’ dilafalkan ‘ng’, tetapi dilafalkan dengan lemah.


Bunyi bahasa Jepang didasarkan pada lima vocal : a, i, u, e, dan o. Satuan bunyi bahasa Jepang disebut ‘mora’. Satu bunyi (satu mora) meliputi vocal atau gabungan konsonan dan vocal (contoh : k+a=ka) atau gabungan konsonan, semi vocal “y” dan vocal (contoh : k+y+a=kya) atau konsonan rangkap (contoh : chi+ke+t+to = chiketto). Terdapat pengecualian mora istimewa yaitu n, yang tidak diikuti dengan vocal dan diucapkan sebagai satu bunyi.
                Semua bunyi tersebut di atas diucapkan sebagai satu bunyi yang panjangnya hamper sama.

<Bunyi vocal panjang>
                Ucapan bunyi vocal panjang, panjangnya dua kali lipat bunyi vocal a, I, u, e,o.
                                a (1 mora)           aa (2 mora)
                                contoh : aa  (okaasan)    : ibu
                                                  ii   (atarashii)    : baru
                                                  uu (kyuu)          : Sembilan
                                                  ee (oneesan)   : kakak perempuan
                                                  oo (tooka)         : tanggal 10
                Bunyi vocal pendek dan bunyi vocal panjang dapat membedakan makna kata. Oleh karenaitu sangat penting membedakan pengucaan vocal panjang dengan yang pendek.
                                Contoh :               ojisan    : paman                ojiisan  : kakek
                                                                Yuki        : salju                    yuuki     : keberanian

(catatan)
                Bila ada tulisan ‘ou’ dilafalkan ‘oo’
                                Contoh : hikouki dilafalkan ‘hikooki’
                Bila ada tulisan ‘ei’ dilafalkan ‘ee’
                                Contoh :eiga dilafalkan ‘eega’

<Konsonan rangkap>
                Konsonan rangkap terdapatpada konsonan kelompok k, t, p, dan s.
                Contoh : kk (chekkuin)  pp (shuppatsu   tt (chiketto)        ss (zasshi)
                Pada otto misalnya, ‘t’ yang terdapat diantara ‘o’ dan ‘to’ diucapkan sebagai satu mora.
                                Oto        : bunyi  (o-to      = 2 mora)
                                Otto       : suami  (o-t-to  = 3 mora)

<Yang mengandung ‘n’>
                Bunyi ‘n’ ada 3 mabam, yaitu n, ng, dan m bergantung pada bunyi konsonan atau vocal yang mengikutinya.
(1)    Diucapkan ‘n’ bila disusul dengan bunyi t, d, n, r.
Contoh : furonto      oranda                  onna      hondana
(2)    Diucapkan ‘ng’ bila disusul dengan bunyi k, g.
Contoh : ginkou        genki     kengakusuru
(3)    Diucapkan ‘m’ bila disusul dengan bunyi p, b.
Contoh : sanpoo       enpitsu                 konbanwa           shinbun
(4)    Bila huruf n terletak sebelum vocal dan semi-vokal, atau diakhir kata, diucapkan ‘ng’ (tapi lemah).
Contoh : tenin [ten-in]          honya [hon-ya]                 resutoran
<Bunyi kosakata yang berasal dari luar bahasa Jepang>
Kata-kata yang berasal dari luar bahasa Jepang pengucapannya disesuaikan dengan lafal bahasa Jepang.
Meskipun lafal ‘fa’, ‘ti’, ‘wei’ dll. tidak ada pada daftar ‘Bunyi Bahasa Jepang’ tetapi biasa dipakai juga untuk menyesuaikan dengan pelafalan kata-kata yang berasal dari luar bahasa Jepang.
        Contoh : fa          (ファ)                  :fakkusu           = fax
                         ti            (テイ)                   :tiishatsu          = T-shirt
                        wei         (ウェイ)             :weitoresu      = waitress
Share:

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Labels

UDINUS

Blogger templates